BOGOR, PENA PENDIDIKAN – Jambore Nasional menjadi kesempatan penting bagi generasi muda Kabupaten Bogor untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat karakter. Hal tersebut menjadi pesan utama Bupati Bogor Rudy Susmanto saat melepas kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Bogor di Alun-alun Kabupaten Bogor, Rabu (12/8/2026).
Rudy menilai keikutsertaan dalam kegiatan kepanduan tingkat nasional tersebut tidak semata-mata tentang keberangkatan dan kehadiran dalam sebuah agenda besar. Menurutnya, ada tanggung jawab yang lebih penting, yakni bagaimana para peserta mampu membawa identitas Kabupaten Bogor dengan sikap dan perilaku yang positif.
Ia meminta seluruh anggota kontingen menjadikan Jambore Nasional sebagai ruang belajar untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dengan peserta dari berbagai daerah.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kabupaten Bogor. Kalian membawa nama Kabupaten Bogor. Karena itu, berangkatlah dengan penuh semangat, dengan semangat yang sama seperti para pahlawan kita dalam memperjuangkan bangsa dan negara,” ujar Rudy.
Bupati juga mengingatkan bahwa pengalaman bertemu dan berinteraksi dengan anggota Pramuka dari berbagai wilayah Indonesia merupakan kesempatan yang tidak selalu didapatkan. Karena itu, para peserta diharapkan mampu membuka diri, membangun persahabatan dan menyerap berbagai pengalaman selama berada di lokasi Jambore Nasional.
Rudy menekankan pentingnya menjaga perilaku selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia ingin kontingen Kabupaten Bogor dikenal bukan hanya karena jumlah maupun keikutsertaannya, tetapi juga karena karakter para anggotanya.
“Jaga nama baik Kabupaten Bogor. Tunjukkan bahwa anak-anak muda Kabupaten Bogor adalah generasi yang berkarakter, mandiri, disiplin, memiliki semangat gotong royong, serta siap menjadi generasi penerus bangsa,” katanya.
Menurut Rudy, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemandirian, kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama, kata dia, harus dibentuk sejak dini melalui pengalaman nyata.
Ia pun meminta seluruh peserta menikmati setiap proses yang ada selama Jambore Nasional. Berbagai kegiatan yang diikuti diharapkan tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga memberikan pelajaran yang dapat diterapkan ketika mereka kembali ke lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.