PENA PENDIDIKAN -- Kabupaten Bandung Barat menjadi pusat pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMA/MA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Kompetisi bergengsi yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) ini dipusatkan di SMAN 1 Lembang dan SMAN 2 Lembang, serta diikuti para juara pertama hasil seleksi FLS3N dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Setiap daerah mengirimkan kontingen terbaiknya yang terdiri atas 23 peserta didik beserta 16 orang pendamping. Mereka berkompetisi untuk meraih gelar terbaik di tingkat provinsi sekaligus memperebutkan kesempatan melaju ke tingkat nasional.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Jawa Barat, Ai Nurhasan, mengatakan FLS3N merupakan wadah penting bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni dan sastra. Menurutnya, setiap anak memiliki bakat dan karakter yang berbeda sehingga perlu diberikan ruang untuk tumbuh sesuai potensi masing-masing.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam memfasilitasi kreativitas, inovasi, dan minat peserta didik di berbagai bidang.
"Melalui kegiatan seperti FLS3N, siswa memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membangun rasa percaya diri, sportivitas, dan kreativitas," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mempertandingkan 16 cabang lomba yang dibagi di dua lokasi. Di SMAN 1 Lembang, peserta berlaga pada nomor Menyanyi Solo Putra, Menyanyi Solo Putri, Tari Kreasi, Kreativitas Musik Tradisional, Fotografi, Instrumen Solo Gitar, dan Kriya.
Sementara itu, SMAN 2 Lembang menjadi arena bagi sembilan cabang lainnya, yakni Desain Poster, Menulis Cerita Pendek, Jurnalistik, Komik Digital, Baca Puisi, Cipta Puisi, Cipta Lagu, Monolog, serta Film Pendek.
Melalui beragam kategori tersebut, para siswa diberi kesempatan menampilkan karya dan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan profesional dan praktisi seni.
Salah seorang peserta cabang Cipta Lagu, Evan dari Kabupaten Tasikmalaya, mengaku telah menekuni dunia musik sejak masih duduk di bangku SMP. Ketertarikannya terhadap seni musik terus berkembang hingga kini, dan FLS3N menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas pengalaman.