PENA PENDIDIKAN – Semangat pantang menyerah ditunjukkan Alika Tsuraya Ostman, siswa asal Jawa Barat yang mewakili provinsi pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 di bidang Teknologi Desain Grafis. Kompetisi berlangsung secara daring dari SMKN 9 Bandung sejak Selasa (28/7/2026).
Selama empat hari pelaksanaan lomba, Alika ditantang menyelesaikan berbagai proyek yang menguji keterampilan desain visual, pengembangan identitas merek (branding), hingga pembuatan antarmuka digital yang mengacu pada standar industri kreatif.
Guru pembimbing SMKN 9 Bandung, Anita Wulandari, menjelaskan bahwa pada hari pertama peserta harus menyelesaikan tiga tantangan dalam modul Branding and Logo Design. Tugas tersebut meliputi pembuatan logo, penyusunan prototipe aplikasi menggunakan Figma, serta desain landing page dengan Figma maupun Adobe Illustrator.
Menurut Anita, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara mandiri dengan pengawasan ketat. Peserta tidak diperkenankan menerima bantuan dari pihak mana pun, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Selama kompetisi berlangsung, aktivitas peserta dipantau melalui dua kamera untuk memastikan seluruh aturan dipatuhi.
Ia menuturkan, materi yang diujikan dalam LKS Nasional terus mengalami perkembangan mengikuti kebutuhan dunia kerja dan mengacu pada standar kompetisi internasional WorldSkills. Karena itu, peserta maupun pembimbing dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
"Tantangan setiap tahun selalu berbeda. Kami harus terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan industri dan standar kompetisi internasional," ujar Anita.
Persiapan menuju tingkat nasional pun dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan saat mengikuti seleksi tingkat kota maupun provinsi. Jika sebelumnya peserta hanya dituntut menguasai Adobe Illustrator, pada kompetisi nasional Alika juga harus memiliki kemampuan menggunakan aplikasi Figma yang kini menjadi salah satu perangkat penting dalam industri desain digital.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, SMKN 9 Bandung menggandeng perusahaan kreatif Maven sebagai mitra pembinaan. Melalui kerja sama itu, Alika mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi industri agar lebih siap menghadapi tantangan lomba.
Namun, perjalanan menuju LKS Nasional tidak selalu berjalan mulus. Anita mengungkapkan bahwa Alika sempat mengalami tekanan akibat padatnya jadwal latihan yang bertepatan dengan proses pendaftaran ke perguruan tinggi. Kondisi tersebut sempat membuatnya kelelahan secara fisik maupun mental hingga muncul keinginan untuk mengundurkan diri.