BEKASI, PENA PENDIDIKAN  – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan publik. Melalui aplikasi Bebunge, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 berhasil melayani 50.702 calon peserta didik secara daring.

Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat menyelesaikan seluruh proses pendaftaran hanya melalui telepon genggam. Mulai dari registrasi akun, pengunggahan dokumen, pemilihan sekolah, hingga pengumuman hasil seleksi dapat dilakukan tanpa harus datang langsung ke sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, mengatakan penerapan Bebunge merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan pendidikan yang lebih mudah, cepat, dan terbuka bagi masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pelayanan publik yang lebih modern, efektif, dan akuntabel.

"Melalui Bebunge, masyarakat dapat mengakses seluruh tahapan pendaftaran secara praktis dari mana saja. Ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang semakin efisien sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses penerimaan murid baru," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan SPMB berbasis digital selama tiga tahun terakhir menjadi indikator semakin kuatnya ekosistem layanan digital di Kabupaten Bekasi. Ke depan, aplikasi Bebunge akan terus dikembangkan agar mampu mengintegrasikan lebih banyak layanan pemerintahan dalam satu platform.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, mengungkapkan jalur domisili menjadi pilihan terbanyak masyarakat dengan jumlah 29.476 pendaftar. Selanjutnya disusul jalur afirmasi sebanyak 9.698 pendaftar, prestasi akademik 8.725 pendaftar, prestasi nonakademik 1.822 pendaftar, serta jalur mutasi 981 pendaftar.

Dari keseluruhan proses seleksi, sistem Bebunge telah memverifikasi 20.132 berkas. Hasilnya, 10.948 calon peserta didik dinyatakan diterima, 9.813 peserta belum lolos seleksi, sementara 8.362 pendaftar dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi sehingga pengajuannya ditolak.

Bahrul menilai kemampuan Bebunge menangani puluhan ribu proses pendaftaran secara real time menjadi bukti bahwa inovasi digital yang dikembangkan pemerintah daerah mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif, sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan. Keberhasilan tersebut juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan publik digital yang lebih terintegrasi di Kabupaten Bekasi pada masa mendatang.